TNI AL TANGKAP KAPAL BERMUATAN BATUBARA Surabaya 28 September 2010. TNI AL menangkap kapal bermuatan batubara, saat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Panana tersebut melakukan patroli di sekitar Perairan Selat Lombok. Kapal perang TNI AL yang di Komandani Kapten Laut (P) Mulyono tersebut, memergoki Kapal jenis Tug Boat (TB) Prawira Satu dan Tongkang (TK) 3201 pada posisi 08 18 30 S-116 51 30 T, belum lama ini, Kamis (23/9). Kapal yang di periksa oleh aparat TNI AL ini memiliki tanda selar Tb Prawira satu GT 385 No. 197 AB, anjungan warna putih lambung hitam dan berat 385 GT. Kapal ini di nahkodai oleh Ruslan R dengan Jumlah Anak Buah Kapal (ABK) dua belas orang warga negara (WNI) Indonesia. Sedangkan Kapal Tonkang Lestari 3201 dengan tanda selar GT 3765 No. 200 AB, warna lambung hitam dan berat 3765 GT mengangkut 7.303.597 MT batu bara. Dari hasil pemeriksaan awal di temukan beberapa tindak pelanggaran hukum dilaut berupa, sertifikat keselamatan konstruksi kapal barang mati, sertifikat keselamatan perlengkapan kapal barang mati serta sertifikat radio kapal barang mati. Guna pemeriksaan lebih lanjut, kemudian kapal beserta ABK dan barang bukti lainnya di kawal menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram. Kepala Dispenarmatim Letkol Laut Drs. Yayan Sugiana.
Total Tayangan Halaman
Kamis, 30 September 2010
Senin, 30 Agustus 2010
Sabtu, 28 Agustus 2010
Kamis, 26 Agustus 2010
Hankamrata Masih Ampuh Hadapi Sistem Rudal Malaysia 8 24th, 2010 by nav
“Bagaimanapun jumlah tentara utama dan cadangan Indonesia lebih banyak daripada Malaysia, itu sangat menentukan jika terjadi perang,” ujar Djali kepada INILAH.COM, Minggu (22/8).
Menurut pensiunan jenderal bintang dua ini, dalam sistem Hankamrata personil TNI bukan hanya anggota utama TNI melainkan juga seluruh komponen cadangan meliputi rakyat sipil terlatih.
“Untuk wilayah seluas Indonesia, sistem Hankamrata masih tetap relevan untuk dipertahankan,” ujar Djali.
Sebelumnya diberitakan, pemerhati pertahanan Ade Daud Nasution mengatakan kekuatan militer Malaysia di atas kekuatan TNI. Salah satunya, Malaysia telah menganut sistem pertahanan rudal nasional alias yang kini dianut Amerika Serikat.
“Malaysia sudah meniru Amerika pakai National Missile Defense, Indonesia masih pakai sistem hankamrata (sistem pertahanan keamanan rakyat semesta),” ujar Ade.
Hadapi Perang Modern Korut Kembangkan Taktik Kamuflase
Buku manual lapangan rahasia yang digunakan militer komunis tersebut menyebutkan bahwa Korut juga telah membuat jaringan lubang bawah tanah dan gua, menurut koran Chosun Ilbo. Surat kabar itu mengatakan, buku manual tersebut mengutip pemimpin Korut Kim Jong-Il yang menyatakan, “Perang modern merupakan perang ’siluman’. Kami bisa menyatakan bahwa menang atau kalah akan ditentukan dari bagaimana kita melakukan perang ’siluman’.”
Buku manual tersebut, yang tercetak tahun 2005, diselundupkan keluar oleh seorang sumber melalui Caleb Mission, organisasi Kristiani Korea Selatan. Buku itu memberi instruksi mendetail akan cara membuat dan memakai cat “siluman”, yang menyerap gelombang radar, kata Chosun Ilbo. Para pejabat militer di Seoul menolak untuk memberi konfirmasi akan laporan tersebut.
Buku tersebut mendeskripsikan cara untuk menutupi instalasi atau peralatan dan cara untuk membuat pasukan militer terlihat seperti bergerak, padahal mereka sebenarnya berdiam diri guna mengecohkan pengintai Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Chosun Ilbo mengutip seorang pakar intelijen yang tak disebutkan namanya mengatakan, ia terkejut menemukan militer Korut telah melakukan riset yang teliti dan cermat mengenai taktik “siluman” dari yang diduga sebelumnya. Kantor berita Yonhap menyiarkan laporan serupa. Buku tersebut menggambarkan cara untuk menutupi peralatan artileri jarak jauh dengan menggunakan bahan yang memantulkan radar, katanya.
Militer Korut juga memerintahkan untuk membuat landas pacu pesawat palsu guna menipu mata-mata asing, kata Yonhap.
Selasa, 24 Agustus 2010
Militer Korsel Lacak Empat Kapal Selam Korut Yang Hilang Dari Layar Radar
Kapal Selam Korea Utara Kelas Shark
Seoul - Militer Korea Selatan berusaha melacak empat kapal selam Korea Utara yang menghilang dari layar radar setelah meninggalkan pangkalan mereka awal pekan ini, kata para pejabat, Rabu.
Ketegangan militer meningkat setelah Korea Selatan (Korsel) pekan lalu menuduh Korea Utara (Korut) menenggelamkan sebuah kapal perang di Laut Kuning dalam satu serangan torpedo kapal selam Maret lalu.
Kantor berita Yonhap mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebut namanya mengatakan empat kapal selam kelas Sang-O berbobot mati 300 ton menghilang dari layar radar setelah meninggalkan pangkalan angkatan laut Chaho di provinsi Hamkyong Utara, Korut timur laut.
“Jarang sekali Korut melepaskan banyak kapal selam tanpa jejak selama dua hari berturut-turut.
“Kami serangan berusaha menemukan kapal-kapal selam itu dengan menggunakan segala kemampuan angkatan laut di Laut Jepang (Laut Timur),” kata pejabat itu.
Wakil Menteri Pertahanan Chang Kwang-Il mengatakan kapal-kapal selam itu agaknya sedang melakukan pelatihan rutin. “Tetapi pihak berwenang militer sedangn memantau dengan cermat situasi,” kata Chang kepada wartawan.
Pangkalan Chaho terletak persis selatan tempat peluncuran rudal jarak jauh Masudan-ri. Korut dilaporkan mengoperasi 40 kapal selam klas Sang-O.
Amerika Serikat, Selasa mengumumkan rencana akan segera melakukan pelatihan anti kapal selam di Laut Kuning, bersama dengan angkatan laut Korsel.
Korut membantah terlibat dalam tenggelamnya kapal perang Korsel yang menewaskan 46 pelaut Maret lalu. Selasa malam Korut mengumumkan pihaknya memutuskan semua hubungan dengan Korsel sebagai protes terhadap tuduhan-tuduhan itu.
Pesawat Malaysia Lima Kali Melintas Wilayah Indonesia
“Jadi `fexling`nya empat kali rotari dan wingnya satu kali dengan helikopter satu kali masuk ke wilayah Indonesia sampai empat tikel main,” kata Widodo, dalam kunjungannya bersama KRI Slamet Riyadi ke Kotabaru, Kalsel, Rabu.
Dia menjelaskan, pesawat Malaysia tersebut hanya melintas saja di atas perairan wilayah Indonesia. Mereka itu langsung ditegur oleh Komandan Gugus Tempur Laut Timur (Dangguspurlatim), namun tidak dijawab.
“Seperti biasa, setelah itu keluar,” ujarnya.
Dia mengaku, pihaknya telah membuat nota `proteks` tentang pelanggaran tersebut.
“Jadi setiap pelanggaran yang dilakukan Malaysia selalu kita buat laporannya untuk diserahkan ke Markas Besar TNI untuk disampaikan ke Kementerian Luar Negeri,” katanya.
Dari Kementerian Luar Negeri itu, kata Widodo, diteruskan ke Malaysia untuk nota deplomatik dan ditembuskan ke PBB.
Dia menjelaskan, sejak Januari-Agustus tidak ada lagi pelanggaran kapal Malaysia yang masuk ke wilayah Indonesia bagian Timur.
Wilayah Indonesia timur tersebut relatif aman.
Dalam kesempatan tersebut Widodo mengatakan kepada Pemkab Kotabaru bahwa Komando Gugus Tempur Laut Timur selalu ada untuk menjaga mereka.
Pihaknya juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama ekonomi yang berkaitan dengan kelautan.
“Untuk keamanan itu bagian kami, dan untuk itu pula kami hadir di sini,” katanya.
Keberadaan TNI Angkatan Laut, khususnya Komando Gugus Tempur Laut Timur dapat memacu, mengakselerasi ekonomi daerah, katanya.
Pasukan Elit TNI-AL Tambah 53 Personel Yon Taifib Dan Kopaska
Pasukan Elit TNI-AL
Surabaya - TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat pasukan khususnya setelah 53 personel pasukan Intai Amfibi (Taifib) dan Pasukan Katak (Paska) menyelesaikan pendidikannya di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal).
Komandan Kobangdikal, Laksamana Muda TNI Sumartono, meluluskan 33 siswa Diktaifib dan 20 siswa Dikspaska di Surabaya, Jumat, yang sebelumnya menjalani pendidikan selama 10 bulan di Komando Pendidikan Operasional Laut Kobangdikal.
“Menjadi seorang prajurit handal berkualifikasi khusus untuk diterjunkan di medan yang khusus, merupakan perjuangan yang sangat berat dan melelahkan, seperti halnya Taifib dan Paska ini,” katanya.
Pasukan Taifib baru itu terdiri atas lima orang di berpangkat perwira, 10 bintara, dan 18 sisanya dari strata tamtama. Sementara itu, Paska, tujuh orang di antaranya perwira, empat orang bintara, dan sembilan tamtama.
“Selamat, kalian telah berhasil melewati pendidikan berat ini. Brevet Paska dan Trimedia yang membanggakan itu adalah sesuatu yang tidak semua prajurit bisa mendapatkannya,” katanya.
Karena jumlah prajurit pilihan sangat terbatas, Dankobangdikal meminta pasukan khusus itu
harus terus mengasah kemampuan dengan berlatih secara berjenjang.
harus terus mengasah kemampuan dengan berlatih secara berjenjang.
“Asahlah terus kemampuan yang telah dimiliki dengan latihan yang bertingkat dan berlanjut. Jangan malas karena itu biang dari kehancuran organisasi,” katanya.
Sebagai seorang pasukan khusus TNI-AL, lanjut jenderal bintang dua itu, harus menghayati tugas pokok dan fungsi pasukan khusus karena tugas yang diberikan adalah amanat yang harus dilaksanakan secara profesional.
Hanya dengan sikap, perilaku disiplin, bermoral, dan profesional TNI-AL akan bergerak maju pada sosok jati diri sejati menuju TNI-AL yang besar, kuat, dan professional.
Pelantikan 53 orang Pasukan Khusus TNI-AL tersebut di Lapangan Laut Seram, Kobangdikal, itu dihadiri Wakil Dankobangdikal Brigjen TNI (Mar) P. Verry Kunto G, Komandan Kodikopsla Laksamana Pertama TNI Totok Permanto, Komandan Kodikmar Kolonel Marinir Purwadi, dan pejabat teras Kobangdikal lainnya.
Pemerintah Kaji Pembangunan Reaktor Nuklir
Desain PLTNuklir Muria
Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengatakan perlunya Indonesia segera menguasai teknologi nuklir untuk pembangkit listrik. Ini mengingat di sejumlah negara maju, pembangkit listrik dari nuklir sudah mulai gencar.
“Teknologi yang tidak bisa tidak kita kuasai. Kita jangan terlena dengan begitu banyak sumber daya alam energi yang tersedia, kita manfaatkan semaksimal mungkin,” kata Boediono menjawab pertanyaan audience dalam acara Menerima Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan 44 Lemhannas di Kantor Wakil Presiden, Kamis 19 Agustus 2010.
Menurut Boediono, pembangkit nuklir itu memang memiliki resiko yang tinggi. Semua energi yang dikelola pasti memiliki resikonya. “Semuanya ada resiko. Bahkan untuk batubara ada resikonya, gas ada resiko. Jadi ini memang harus benar-benar kita pelajari,” ujarnya. Biaya pembangunan energi nuklir akan menghabiskan energi yang cukup besar tapi sebanding dengan penggunaannya.
Boediono mengatakan akan terus memantau kesiapan penguasaan dalam pembangunan reaktor nuklir untuk tujuan penyediaan energi itu. “Saya sendiri akan melihat nanti perjalanan kita beberapa tahun ke depan. Tapi intinya kita harus melakukan itu,” ujarnya.
Soal kapan pembangunan reaktor nuklir, dia belum bisa memastikan tahun yang pasti. “Tapi kita bisa tetap untuk membangun di tempat yang kita sepakati bersama, kita akan bangun reaktor nuklir untuk pembangkit listrik. Jadi ini salah satu cita-cita kita yang akan kita kerjakan,” ujarnya.
Dalam acara ini hadir, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan Ketua Lembaga Ketahanan Nasional Muladi.
Benteng Marlborough -- sisa kajayaan inggris di bengkulu
Anda bisa menemukan Benteng Marlborough di Desa Kebon Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Banteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu ini didirikan oleh East India Company (EIC) pada 1713-1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet.
Konon, benteng seluas 31,5 hektare yang bentuk seperti kura-kura ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India.
Sebelum memasuki benteng, terlebih dahulu Anda akan melewati sebuah jembatan yang masih terawat. Jembatan ini memang dibangun sebagai akses masuk karena benteng ini dikelilingi oleh parit yang berukuran besar.
Benteng seperti ini memang tipikal benteng-benteng Inggris yang sering kita saksikan di televisi. Parit ini biasanya digunakan sebagai pertahanan awal dari musuh sebelum masuk ke dalam benteng.
Sejarah mencatat, benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu yang menyebabkan penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali pada 1724 setelah diadakan perjanjian namun pada 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas.
Insiden penyerangan juga terjadi pada 1807 yang mengakibatkan residen Thomas Parr tewas. Kedua korban tewas diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.
Sejak awal pendiriannya, Benteng Marlborough berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia-Belanda (1825-1942), Jepang (1942-1945), dan pada perang kemerdekaan Indonesia.
Benteng ini juga sempat manjadi markas Polri pada 1948 saat Jepang kalah. Namun, pada 1949-1950, Benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Baru setelah Belanda pergi pada 1950, benteng ini menjadi markas TNI-AD.
Hingga 1977, benteng ini kemudian diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya serta salah satu obyek wisata di Kota Bengkulu
Satu hal yang juga menarik, di salah satu kamar benteng ini pernah dihuni Presiden RI pertama Ir. Soekarno ketika menjalani hukuman buangan masa penjajahan Belanda.
Bila ingin mengetahui lebih jelas tentang benteng ini, Anda bisa meluangkan waktu untuk berlibur ke Kota Bengkulu dan merasakan langsung pesona benteng dan pemandangan di sekitarnya.
Oiya, lokasi benteng juga berbatasan dengan Perkampungan China, yang juga kawasan obyek wisata. Jadi, setelah puas berkeliling Anda bisa segera menuju perkampungan China untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda.
Langganan:
Postingan (Atom)